Sebab-sebab Orang mendapatkan Hidayah dan sebab-sebab seseorang disesatkan.

"Sebab-Sebab Orang Mendapatkan Hidayah dan Sebab-Sebab Seseorang Disesatkan"

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Salawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan umatnya yang setia mengikuti ajarannya hingga akhir zaman.

Saudaraku sekalian, dalam kehidupan ini kita semua tentu ingin mendapatkan hidayah Allah, yaitu petunjuk dan rahmat-Nya agar hidup kita berjalan di jalan yang lurus. Tidak jarang kita juga menyaksikan banyak orang yang justru tersesat dan menjauh dari jalan-Nya. Lalu, apa sebenarnya sebab-sebab yang membuat seseorang bisa mendapatkan hidayah, dan apa pula yang menyebabkan seseorang tersesat? Mari kita bahas bersama.

Sebab-Sebab Orang Mendapatkan Hidayah

Hidayah adalah anugerah dari Allah yang diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang dikehendaki. Namun, ada beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab seseorang terbuka hatinya untuk menerima hidayah. Di antaranya:

1. Keikhlasan dan Kesungguhan dalam Mencari Kebenaran

Salah satu faktor utama yang menyebabkan seseorang mendapatkan hidayah adalah niat yang tulus dan kesungguhan dalam mencari kebenaran. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

"Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami"
(QS. Al-Ankabut: 69)

Artinya, ketika seseorang dengan hati yang ikhlas dan niat yang tulus mencari kebenaran, maka Allah akan menunjukkannya jalan yang benar untuknya.

2. Doa dan Permohonan kepada Allah

Hidayah adalah rahmat dari Allah yang sangat besar. Oleh karena itu, kita harus selalu berdoa agar Allah memberi kita petunjuk. Nabi Muhammad SAW selalu mengajarkan doa seperti yang terdapat dalam hadis berikut:

"Ya Allah, Tuhan yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hati kami di atas agama-Mu"
(HR. Muslim)

Dalam doa ini, Nabi mengajarkan kepada kita untuk memohon kepada Allah agar hati kita selalu berada dalam hidayah-Nya.

3. Keberkahan dari Lingkungan yang Baik

Seringkali, lingkungan yang baik, seperti keluarga yang taat beragama, teman-teman yang saling mengingatkan, serta masyarakat yang menjadikan syariat Islam, juga menjadi sebab seseorang mendapatkan hidayah. Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

"Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar (baginya) dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka"
(QS. At-Talaq: 2-3)

4. Ketundukan kepada Allah dalam Menghadapi Ujian Hidup

Ketika seseorang menghadapi ujian hidup dan dia tetap sabar serta tawakal kepada Allah, maka Allah akan memberi hidayah-Nya. Dalam surah Al-Baqarah Allah berfirman:

"Dan Kami akan menguji kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan beri kabar gembira kepada orang-orang yang sabar"
(QS. Al-Baqarah: 155)

Orang yang bersabar dan tetap beriman dalam menghadapi ujian hidup, akan semakin didekatkan kepada hidayah-Nya.

✨✨✨

Sebab-Sebab Seseorang Disesatkan

Namun, tidak semua orang bisa mendapat hidayah, ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang tersesat. Di antaranya:

1. Hati yang Keras dan Menutup Diri dari Kebenaran

Salah satu penyebab terbesar seseorang bisa disesatkan adalah ketika hatinya keras dan tidak terbuka untuk menerima kebenaran. Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

"Dan mereka berkata, ‘Hati kami tertutup dengan penutup-penutup dari apa yang engkau serukan kepada kami’"
(QS. Fussilat: 5)

Ketika seseorang merasa angkuh dan merasa cukup dengan pengetahuan dan keyakinan dirinya, maka dia akan terhalang untuk menerima petunjuk.

2. Mengikuti Hawa Nafsu dan Keinginan Duniawi

Orang yang hanya mengikuti hawa nafsu dan terbuai dengan kenikmatan duniawi akan mudah tersesat. Allah berfirman:

"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang tidak kamu ketahui, karena pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya akan diminta pertanggungjawabannya"
(QS. Al-Isra: 36)

Ketika seseorang lebih mendahulukan hawa nafsu dan tidak mau mengendalikannya, maka ia akan mudah terjerumus ke dalam kesesatan.

3. Tidak Menggunakan Akal untuk Merenung

Akal adalah anugerah yang diberikan Allah untuk membedakan yang benar dan yang salah. Orang yang tidak menggunakan akalnya untuk merenungkan tanda-tanda kebesaran Allah akan mudah terjerumus pada kebodohan. Allah berfirman:

"Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, serta pergantian malam dan siang, terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal"
(QS. Ali Imran: 190)

Ketika seseorang menutup akalnya dan tidak mau berpikir, maka ia akan mudah terperosok ke dalam kesesatan.

4. Rasa Takabur dan Sombong

Takabur atau merasa lebih dari orang lain adalah penyakit hati yang sangat berbahaya. Allah mengingatkan kita dalam Al-Qur’an:

"Sesungguhnya orang yang paling membangkang dan paling sesat adalah orang yang takabur dan sombong terhadap kebenaran"
(QS. Al-Furqan: 44)

Seseorang yang sombong tidak akan mau menerima nasihat dan kebenaran, sehingga ia mudah terjerumus ke dalam kesesatan.

Penutupan

Saudaraku, hidayah adalah anugerah terbesar dari Allah, dan kita harus selalu berusaha untuk mencapainya dengan keikhlasan, doa, dan usaha yang sungguh-sungguh. Sebaliknya, kita juga harus berhati-hati agar tidak terjerumus ke dalam kesesatan, dengan selalu menjaga hati, akal, dan amal kita agar senantiasa berada di jalan yang benar.

Penulis : Akh Syafiq Abdullah 
Editor : Ibnu JH 

Comments