Sejarah Berdirinya Gemar Baca
Gemar Baca lahir dari sebuah kekecewaan mendalam yang dirasakan oleh para pendirinya terhadap rendahnya tingkat literasi masyarakat dan maraknya penyebaran informasi yang keliru. Tidak jarang, masyarakat hanya membaca sebuah berita atau informasi secara sekilas tanpa memahami isinya secara utuh. Akibatnya, terjadi salah tangkap informasi yang berujung pada kesalahpahaman, bahkan konflik di tengah kehidupan sosial.
Fenomena ini mencerminkan kondisi literasi bangsa Indonesia yang masih memprihatinkan. Banyak warga yang enggan membaca, sehingga kemalasan tersebut menjadi salah satu musuh terbesar bagi kemajuan negeri. Padahal, bertambahnya ilmu pengetahuan hanya dapat diraih dengan banyak membaca dan berkomunikasi.
Berangkat dari keresahan itu, Hibban.ay bersama rekannya, Bakhit Akbar Alamsyah, sepakat untuk mendirikan sebuah gerakan yang mampu meningkatkan literasi, komunikasi, sekaligus membangun budaya membaca di masyarakat. Maka pada Ahad, 13 April 2025, lahirlah Komunitas Gemar Baca.
Seiring waktu, Gemar Baca tidak hanya menjadi ruang berbagi buku, informasi, dan ide, tetapi juga wadah pembinaan komunikasi publik, seperti berbicara di depan umum (public speaking). Tujuannya jelas: meningkatkan kualitas literasi, informasi, dan komunikasi bangsa Indonesia. Dari sebuah komunitas kecil, Gemar Baca kemudian bertransformasi menjadi sebuah Organisasi Masyarakat / Lembaga Swadaya Masyarakat yang memiliki visi lebih luas untuk mencerahkan kehidupan bangsa.
Namun, perjalanan Gemar Baca tidaklah mulus. Banyak rintangan yang harus dihadapi, mulai dari hinaan, caci maki, hingga cibiran. Beberapa tokoh bahkan sempat meremehkan langkah ini. Akan tetapi, semangat untuk membangun bangsa melalui literasi tetap tidak padam.
Gemar Baca berdiri tegak bukan hanya karena semangat para pendirinya, tetapi juga karena keyakinan bahwa membaca adalah kunci peradaban. Dengan membaca, seseorang dapat membuka cakrawala, memperkaya wawasan, dan memperkuat karakter. Kini, Gemar Baca terus berkembang, berkomitmen menjadi garda terdepan dalam meningkatkan literasi masyarakat Indonesia.
Penulis: Tim Gemar Baca
Editor: Gemar Baca/GB
Comments
Post a Comment